Coffee break and review…

Have a break, enjoy your cup of coffee

Archive for December, 2007


2007

If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed. Thanks for visiting!

Ini adalah posting terakhir blogging station di tahun 2007. Berarti cerita berikutnya ada dalam kalender 2008. Tidak ada moment penting di depan yang dianggap lebih penting dari moment lalu. Semuanya penting. Ini rutinitas pergantian tahun biasa yang bisa bermakna mendalam, biasa-biasa, atau bermakna lebih dangkal.

Tergantung bagaimana menjalaninya. Sebuah persiapan matang akan sesuatu kadang tidak disadari tidaklah cukup matang adanya. Euforia ganti tahun dan semangat merenung, berkaca akan masa lalu berhenti di titik semangat “akan merenung”. Padahal kondisi idealnya adalah “merenung”.

Saya bagaimana? hmm…. tentunya, hal-hal diatas adalah hal-hal mendasar yang kerap saya alami. Karena itu, kadang-kadang keinginan untuk memanfaatkan momentum pergantian tahun tidak tercapai. Resolusi, misalnya. Bagaimana resolusi saya di tahun 2008? Tentu saya tidak bisa merumuskannya dengan baik. Atau, biar gampang marilah kita katakan resolusi saya adalah 1200×650 piksel.

selamat tahun baru 2008 everyone.

Popularity: 11% [?]

Menangis

Ukuran sebarapa kuat kita dalam menghadapi persoalan, sebagian orang mengatakan tergantung kemampuan kita untuk menangis. Menangis akan memuntahkan sebagian beban menjadi lebih ringan. Menangis, lebih sering dilihat sebagai sebuah luapan emosi atas ketidak mampuan kita mengendalikan perasaan. Perasaan tidak berguna, merasa menyesal atas kemampuan diri yang –dianggap– tidak sekuat masalah yang dihadapi, akan menyebabkan seseorang menangis. Sebagian orang menangis karena ia merasa malu terhadap pandangan orang lain atas kita.

Pencerahan, ternyata justru sering didapat seseorang ketika sudah selesai menangis. Kekuatan baru sering muncul mana kala seseorang sudah bisa menangis. Karena itu jika menangis harus kita alami sebagai resiko beratnya beban yang kita hadapi, maka teruslah menangis. Pada saat menangis, beban yang tertahan akan muntah bersamaan sesunggukan dan air mata. Itulah masa ketika pikiran kembali berisi materi yang seimbang.

Popularity: 11% [?]