Health search engine blocks ‘Abortion’ word
If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed. Thanks for visiting!
Ini cerita soal pengeblokan suatu konten dari internet. Kebetulan hal ini tidak terjadi di negara antah berantah Indonesia melainkan di Amerika serikat yang notabene negara dengan tingkat pemahaman internet dari semua stake holder dan masyarakatnya sudah tinggi.
Adalah POPLINE, database dalam bidang populasi, keluarga berencana dan isu-isu reproduksi kesehatan lainnya. Situs pencarian ini dijalankan oleh the Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Maryland AS dengan dukungan dana dari U.S. Agency for International Development (USAID). USAID termasuk pihak yang tidak menyetujui praktek aborsi untuk solusi keluarga berencana. Merekapun tidak mendanai segala usaha yang berhubungan dengan kegiatan aborsi.
Namun pengeblokan ini kurang terencana dengan baik. Pustakawan sebagai ujung tombak perpustakaan terutama mereka yang berhubungan dengan user menjadi kebingungan ketika ada pertanyaan tentang ketiadaan hasil pencarian dengan kata kunci “abortion”.Pengeblokan hanyalah pada pencarian kata kunci “abortion”. Sedangkan seluruh isi database yang berhubungan dengan kata kunci itu masihlah ada.
Sang pustakawan kemudian berkirim imel ke manager database itu dan segera mendapatkan reply “Yes we did make a change in POPLINE. We recently made all abortion terms stop words. As a federally funded project we decided this was best for now”. (Ada petikan sedikit pembicaraan mereka di LISTSERV)
Namun sang manager ini kemudian memberikan sedikit solusi. User disarankan menggunakan kata kunci ‘Fertility Control, Postconception’ yang merupakan perluasan dari ‘abortion’. Disarankan juga untuk menggunakan strategi pencarian dengan kata-kata yang lebih halus yaitu “unwanted w/2 pregnancy”.
Popularity: 11% [?]